Posts

Showing posts with the label cerpen

malangnya si pemuda penipu itu

  Di desa Pedagang hiduplah sebuah keluarga sederhana. Keluarga itu terdiri dari satu anak perempuan dan suami istri. Anak itu bernama Ismi, ibunya bernama Bu Sumi, dan bapaknya bernama Pak Samin. Mereka bekerja sebagai peternak sapi dan kambing.  Mereka biasa menjual ternak mereka di pasar.    Pada suatu hari Ismi meminta agar ibunya segera melunasi uang sekolahnya yang sudah menunggak dua bulan. Dengan lembut Bu Sumi meminta uang pada Pak Samin.    "Pak, Ismi minta uang untuk membayar sekolahnya.'' Pinta Bu Sumi lembut.    "Bilang sama Ismi besok saja bayarnya, besok bapak mau menjual sapi yang besar dulu.''    ''Kenapa tidak yang kecil saja pak?'' Tanya Bu Sumi.''Bukannya tunggakan sekolah baru dua bulan?''    ''Ya memang. Tapi bapak mau pakai sisanya untuk membeli benih padi. Kalau berhasil lumayan.'' Mendengar kata bapaknya itu Ismi yang berada di belakang ibunya tersenyum.     Seperti yang dikatakan P...

akhir yang bahagia

  Nur namanya ia gadis desa yang cantik dan baik, tapi sayang dia tidak disukai temannya. bukan apa apa tapi karena ia adalah anak dari keluarga miskin. dia biasanya jadi ejekan di sekolahan. ya, seperti waktu itu ia di ejek karena saat diadakan bermalam di sekolahan ia membawa makanan sederhana.    "temen-temen sini deh masak ada anak miskin mau sekolah di sini? mungkin karena cuma disekolahin bapak gua dia bisa sekolah di sini....!!!!"ejek nisa    ''maaf ya, emang aku ini adalah orang miskin yang hanya bisa sekolah karena di sekolahin bapak kamu, tapi aku enggak pernah maksa untuk itu...!!!''kata nur lantang menjawab dengan penuh keyakinan.    ''hello....kamu jangan sok gi...''suara nisa terputus.    ''kalian ini kenapa sih selalu mengganggu nur? kalian iri dengan keberhasilan nur selama ini?''kata bu dewi  yang memutus kata nisa.     ''huh..semua orang selalu belain dia.''gerutu nisa sambil berjalan masuk...

karena keserakahan

    Di sebuah desa yang dikenal makmur dan damai hiduplah seorang nelayan beserta anak dan istrinya. Nelayan itu bernama Pak Kasim, istrinya bernama Bu Indah, dan anaknya bernama Nia. Keluarga itu hidup di tengah-tengah kemiskinan yang selama dua tahun ini mereka bawa bersama. Walau pun begitu mereka tetap hidup bahagia bersama, karena menurut mereka anaklah harta yang paling berharga di dunia ini. Ya, seperti yang dipikirkan Pak Kasim ia sangatlah menyayangi anaknya itu. Tapi tak ketinggalan, istrinya juga ia sayangi melebihi dirinya sendiri.     Pada hari yang cerah ini keluarga Pak Kasim dan Bu Indah kekurangan bahan makanan, khususnya beras. Dengan sigap mereka pun mengambil jala untuk pergi menjaring ikan di sungai. berlarilah mereka dengan tenaga mereka masing-masing, tak ketinggalan pula Nia dengan pancing di tangannya.       Sesampainya mereka di sungai langsung mereka masuk di perahu kecil. Karena Nia masih anak-anak maka ia disuruh ...