Posts

MULAI DEMAM MINYAK

Image
   Keberhasilan Drake di Titusville menimbulkan "demam minyak". Para pengebor yang sebagian merupakan orang - orang yang buta atau masih hijau dalam hal mencari minyak mulai mencaplok daerah konsesi. Menara - menara pengeboran di daerah itu seperti jamur di musim hujan.    Banyak dari pencari minyak ini yang tidak tahu, bahwa minyak bisa ditemukan pada kedalaman yang berbeda - beda. Karena itu, ketika mereka mencapai kedalaman dua puluh tiga meter (kedalaman sumur Drake) dan tidak menjumpai minyak mereka menghentikan pengeboran dan pindah ke tempat lain. Untuk pengeboran yang baru ini tentu harus dibutuhkan lagi sejumlah uang.     Beratus - ratus lorong dibor dan tak mengeluarkan minyak. Tapi banyak pula lobang yang tanpa disangka - sangka mengeluarkan minyak. Karena minyak itu keluar dengan tiba - tiba sebelum mereka bersiap menampungnya, maka terpaksa minyak itu harus terbuang percuma dalam jumlah besar.    Setahun setelah penemuan Drake...

karena keserakahan

    Di sebuah desa yang dikenal makmur dan damai hiduplah seorang nelayan beserta anak dan istrinya. Nelayan itu bernama Pak Kasim, istrinya bernama Bu Indah, dan anaknya bernama Nia. Keluarga itu hidup di tengah-tengah kemiskinan yang selama dua tahun ini mereka bawa bersama. Walau pun begitu mereka tetap hidup bahagia bersama, karena menurut mereka anaklah harta yang paling berharga di dunia ini. Ya, seperti yang dipikirkan Pak Kasim ia sangatlah menyayangi anaknya itu. Tapi tak ketinggalan, istrinya juga ia sayangi melebihi dirinya sendiri.     Pada hari yang cerah ini keluarga Pak Kasim dan Bu Indah kekurangan bahan makanan, khususnya beras. Dengan sigap mereka pun mengambil jala untuk pergi menjaring ikan di sungai. berlarilah mereka dengan tenaga mereka masing-masing, tak ketinggalan pula Nia dengan pancing di tangannya.       Sesampainya mereka di sungai langsung mereka masuk di perahu kecil. Karena Nia masih anak-anak maka ia disuruh ...

SEBUNGKUS KADO UNTUK ANAKKU

    Di Desa Bunga Bangsa hiduplah seorang janda kaya yang bernama Bu Sumi dan anaknya yang bernama Via. Bu sumi sangat menyayangi anaknya itu, bahkan semua yang Via inginkan selalu diturutinya. Tapi karena selalu dituruti Via mempunyai sifat yang kurang baik. Dia selalu ingin dituruti terus semua keinginannya, kalau tidak dia akan ngambek dan tidak mau keluar kamar.       ''DWER....!!!!",terdengar suara yang sangat keras dari rumah Bu Sumi.       Semua warga berlomba-lomba untuk sampai di tempat asal suara itu. Ternyata benar rumah BU Sumi terbakar tanpa ada sisa sedikit pun. Rumah Bu Sumi rata dengan tanah. Sentak saja Via yang menyaksikan kejadian itu menangis dan berteriak.        "Ibu....ibu...!Rumah kita Bu...!"kata Via sambil menangis di pangkuan ibunya.        "Sudahlah nak, semua ini mungkin cobaan untuk kita.'' jawab bu sumi sabar.      karena mereka tak punya rumah lagi ...